Team Awareness Program (TAP)

Team Awareness Program

Pada Team Awareness Program, peserta akan dipandu dan dilatih untuk mengembangkan kesadaran dan kepedulian sesama individu dalam tim secara holistik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi. Program ini akan memberikan kesempatan bagi setiap peserta untuk belajar, berlatih, dan mengaplikasikan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh dalam situasi nyata. Dengan demikian, peserta akan mampu meningkatkan kesadaran tim, kerjasama dan interaksi dari setiap anggota tim, kemampuan komunikasi dan memperkuat kepercayaan, serta mencapai tujuan bersama dalam lingkungan kerja atau organisasi dengan lebih baik.


H O T L I N E +62 811-140-996

RESERVASI


Program Team Awareness merupakan bagian integral dari rangkaian besar program pelatihan Team Building. Program ini didasarkan pada metode Experiential Learning yang bertujuan untuk membentuk dan memperkuat kesadaran individu tentang peran dan kontribusinya dalam tim. Tujuan utama dari program ini adalah untuk menciptakan fondasi yang kokoh dalam membangun tim yang kuat dan berkinerja tinggi.

Dengan menghadirkan pengalaman langsung dan interaktif, program Team Awareness bertujuan untuk meningkatkan keterampilan interpersonal peserta. Melalui pemahaman yang mendalam tentang keunikan dan potensi masing-masing anggota tim, diharapkan konflik antar anggota tim dapat dikurangi. Dengan begitu, kolaborasi yang sinergis dapat diwujudkan untuk mencapai tujuan bersama dengan lebih efektif.

Tujuan akhir dari Program Team Awareness adalah untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, di mana anggota tim dapat saling menghargai dan bekerja sama dengan baik. Dengan adanya kesadaran yang lebih tinggi tentang pentingnya kerja tim yang efektif, peserta akan menjadi pemimpin dan anggota tim yang lebih produktif dan berkontribusi secara positif dalam pencapaian hasil yang optimal. Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan profesional yang ingin meningkatkan keterampilan kolaboratif mereka dalam konteks kerja tim yang dinamis dan kompleks.

Tujuan Program TAP

Team Awareness Program merupakan program pelatihan yang dirancang dengan tujuan utama memperkuat sinergi antar anggota tim, menciptakan ikatan yang berkelanjutan, serta memfasilitasi kerja tim yang lebih produktif. Program ini berfokus pada konsep kesadaran tim yang menekankan pentingnya pemahaman bahwa hasil kinerja tim sangat dipengaruhi oleh kerjasama dan interaksi dari setiap anggota tim. Dengan kesadaran ini, peserta didorong untuk secara aktif berupaya meningkatkan cara mereka bekerja agar dapat mencapai hasil kerja yang lebih baik.

Dalam Team Awareness Program, peserta akan terlibat dalam berbagai kegiatan dan latihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, memperkuat kepercayaan, dan mengenali potensi serta kelemahan masing-masing individu. Melalui refleksi dan pengalaman langsung, peserta akan menyadari pentingnya kolaborasi dan kontribusi setiap anggota dalam mencapai tujuan tim secara efektif.

Selain itu, program ini juga menggali berbagai hambatan dan tantangan yang mungkin tim akan hadapi, serta mengajarkan cara mengatasi konflik dengan bijaksana dan menghadapi perubahan dengan sikap yang adaptif. Dengan membangun kesadaran akan dinamika kelompok dan pentingnya komitmen bersama terhadap tujuan bersama, peserta akan menjadi lebih adaptif dan efisien dalam mencapai kesuksesan.

Obyektif Program TAP

  • Meningkatkan Kesadaran Individu: Team Awareness Program bertujuan untuk meningkatkan kesadaran individu terhadap peran, tanggung jawab, dan keterampilan dalam konteks kerja tim. Dengan memahami kontribusi mereka dalam tim, anggota tim dapat lebih fokus dan efektif dalam mencapai tujuan bersama.
  • Meningkatkan Keterampilan Komunikasi: Team Awareness Program bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi anggota tim, baik dalam menyampaikan informasi maupun mendengarkan dengan aktif. Dengan komunikasi yang lebih baik, kolaborasi dalam tim dapat ditingkatkan.
  • Mengidentifikasi dan Mengatasi Konflik: Tujuan dari Team Awareness Program ini adalah membantu anggota tim untuk mengidentifikasi dan mengatasi konflik yang mungkin muncul dalam interaksi tim. Dengan menghadapi konflik secara konstruktif, tim dapat menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.
  • Meningkatkan Efektivitas Tim: Team Awareness Program bertujuan untuk meningkatkan efektivitas keseluruhan tim dengan membangun fondasi yang kuat dalam hal komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan.
  • Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi: Dengan meningkatkan kesadaran tentang peran dan keunikan setiap anggota tim, program ini juga berusaha untuk mendorong kreativitas dan inovasi dalam tim. Anggota tim yang merasa dihargai dan diberdayakan cenderung lebih berani memberikan ide-ide baru.
  • Meningkatkan Kepemimpinan dalam Tim: Team Awareness Program dapat membantu mengidentifikasi calon pemimpin potensial dalam tim dan memberikan pelatihan kepemimpinan yang relevan. Dengan mengembangkan kepemimpinan dalam tim, performa tim secara keseluruhan dapat ditingkatkan.
  • Meningkatkan Kepuasan Kerja: Team Awareness Program juga bertujuan untuk meningkatkan kepuasan kerja anggota tim dengan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan mendukung. Kepuasan kerja yang tinggi berkontribusi pada produktivitas dan retensi karyawan yang lebih baik.
  • Memfasilitasi Perubahan Organisasi: Team Awareness Program dapat membantu memfasilitasi perubahan di dalam organisasi dengan membantu anggota tim untuk menghadapi tantangan perubahan dengan lebih baik. Dengan meningkatkan kesiapan dan ketangguhan tim dalam menghadapi perubahan, organisasi dapat mencapai tujuan strategisnya dengan lebih sukses.

Metode Program TAP

Program Team Awareness merupakan pendekatan yang didasarkan pada metode Experiential Learning, di mana peserta didorong untuk belajar melalui pengalaman yang mereka alami selama pelatihan. Setelah menjalani aktivitas, peserta akan merefleksikan pengalaman mereka dan mengidentifikasi keterkaitan antara aktivitas tersebut dengan kebutuhan nyata tim.

Selain itu, observasi terhadap bagaimana peserta mengaplikasikan nilai-nilai pembelajaran dalam aktivitas berikutnya juga menjadi indikator keberhasilan program ini. Dengan demikian, pembelajaran yang diperoleh tidak hanya berhenti pada tingkat wacana, tetapi mampu membawa perubahan yang nyata pada diri peserta.

Proses pelatihan dimulai dengan memberikan informasi berupa instruksi tugas atau kegiatan yang akan dijalani oleh peserta. Selanjutnya, peserta akan menjalankan tugas atau kegiatan sesuai dengan instruksi yang diberikan. Pada akhir kegiatan, pengalaman yang diperoleh dari setiap peserta akan diolah melalui diskusi dan berbagi pengalaman dalam kelompok. Hasil dari proses ini adalah pembelajaran yang dapat diaplikasikan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari peserta.

Konsep Program TAP

Secara umum, konsep Team Awareness Program mencakup beberapa elemen penting yang berkontribusi pada pengembangan peserta. Elemen-elemen tersebut antara lain:

  • Peserta Pelatihan: Peserta merupakan komponen utama dalam program ini. Mereka adalah individu-individu yang terlibat dalam pelatihan dan memiliki peran aktif dalam setiap aspek kegiatan. Setiap peserta memiliki keunikannya sendiri, dan kontribusi mereka menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang produktif.
  • Lingkungan yang Unik: Team Awareness Program menawarkan lingkungan yang unik dan berbeda dari lingkungan sehari-hari peserta. Lingkungan ini mencakup kegiatan di luar ruangan, interaksi dengan anggota kelompok yang berbeda setiap hari, dan tantangan-tantangan yang menarik. Lingkungan yang unik ini mendorong peserta untuk merasakan hal-hal baru dan menantang diri mereka dalam beradaptasi.
  • Tantangan: Program ini menghadirkan berbagai tantangan yang melibatkan aspek fisik, mental, dan sosial. Tantangan-tantangan ini merangsang peserta untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan problem-solving, serta kemampuan bekerja dalam tim dan berkomunikasi dengan efektif.
  • Disonansi dan Insight: Dalam program ini, peserta mungkin mengalami disonansi atau perasaan ketidaknyamanan saat menghadapi tantangan atau situasi yang tidak biasa. Namun, disonansi ini sering kali diikuti oleh insight atau pemahaman baru tentang diri sendiri dan kemampuan mereka. Insight ini memicu proses pembelajaran dan pertumbuhan pribadi.
  • Konsep Team dan Diri Peserta: Program ini mengajarkan peserta tentang pentingnya kerja tim yang efektif dan bagaimana kontribusi individu dapat mempengaruhi keseluruhan tim. Peserta juga diajak untuk merenung dan mengenali diri mereka sendiri, termasuk kekuatan, kelemahan, dan potensi yang dapat mereka kembangkan.

Selain itu, ada tiga konsep penting yang tercakup dalam Team Awareness Program, yaitu self-discovery (penemuan diri), self-knowledge (pengenalan diri), dan reprogramming (pengaturan ulang diri). Konsep-konsep ini berfokus pada pemahaman dan pengembangan diri peserta. Dengan mengeksplorasi diri mereka, peserta dapat meningkatkan kesadaran diri, mengenali potensi, serta melakukan perubahan positif dalam pola pikir dan perilaku.

Dan, konsep dalam Team Awareness Program didasarkan pada dinamika pengalaman yang meliputi enam elemen yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran melalui pengalaman. Elemen-elemen tersebut adalah sebagai berikut:

1. Dinamika Motivasi

Dalam konteks Team Awareness Program, dinamika motivasi menjadi faktor penting dalam mendorong peserta untuk terus belajar dan berkembang. Motivasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui beberapa pendekatan yang telah terbukti efektif, yaitu pengkondisian, coaching, debriefing, dan konseling.

  • Pengkondisian: Pengkondisian merupakan proses membentuk asosiasi positif antara pembelajaran dan pengalaman yang menyenangkan. Melalui pengkondisian yang tepat, peserta akan mengembangkan rasa antusiasme dan semangat untuk terlibat dalam aktivitas pembelajaran. Pengalaman positif yang dihadirkan selama pelatihan akan menciptakan dorongan bagi peserta untuk terus berpartisipasi dan mencari lebih banyak kesempatan untuk belajar dan berkembang.
  • Coaching: Pendekatan coaching memainkan peran kunci dalam mendukung motivasi peserta. Seorang coach yang berpengalaman akan memberikan dukungan, dorongan, dan panduan bagi peserta dalam menghadapi tantangan pembelajaran. Dengan mendapatkan arahan dan umpan balik yang konstruktif, peserta akan merasa didukung dan termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan mereka.
  • Debriefing: Debriefing adalah proses refleksi yang dilakukan setelah selesai melakukan aktivitas atau latihan. Dalam sesi debriefing, peserta diajak untuk mengidentifikasi pembelajaran yang diperoleh dari pengalaman tersebut. Melalui proses ini, peserta akan menyadari nilai-nilai positif dari upaya mereka, dan hal ini akan memperkuat motivasi mereka untuk terus belajar dan berusaha lebih baik.
  • Konseling: Pendekatan konseling digunakan untuk membantu peserta mengatasi hambatan dan tantangan yang mungkin muncul selama proses pembelajaran. Dengan mendapatkan dukungan dan bimbingan dari konselor, peserta akan merasa didengar dan dipahami, sehingga motivasi mereka untuk mengatasi kendala dan mencapai tujuan pembelajaran akan tetap terjaga.

Dalam keseluruhan dinamika motivasi ini, Team Awareness Program bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan memotivasi peserta untuk terus berusaha dan berkembang. Dengan adanya pengkondisian yang positif, coaching yang efektif, debriefing yang reflektif, dan konseling yang mendukung, peserta akan merasa termotivasi untuk mencapai potensi maksimal dalam pembelajaran dan perkembangan pribadi mereka.

2. Dinamika Tempat

Dalam Team Awareness Program, dinamika tempat menjadi aspek penting dalam membantu peserta mengembangkan kemampuan beradaptasi dalam kondisi yang berbeda dan tidak familiar. Hal ini dapat dicapai melalui pelaksanaan kegiatan di luar ruangan.

Kegiatan di luar ruangan menyediakan lingkungan yang berbeda dari lingkungan sehari-hari peserta, sehingga mereka dihadapkan pada tantangan dan situasi yang tidak biasa. Dengan berada di alam terbuka, peserta akan menghadapi dinamika alam yang beragam, cuaca yang berubah-ubah, serta berbagai kendala dan rintangan yang tidak mereka temui dalam lingkungan kantor atau ruangan bermesin.

Dalam lingkungan luar ruangan, peserta perlu mengandalkan keterampilan adaptasi mereka untuk mengatasi tantangan dan menemukan solusi yang efektif. Mereka harus belajar bekerja sama dalam tim, berkomunikasi dengan jelas, dan mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Selain itu, situasi yang tidak biasa ini juga mendorong peserta untuk meningkatkan kreativitas dan fleksibilitas dalam menemukan cara menghadapi masalah yang kompleks.

Kegiatan di luar ruangan juga dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan kekompakan dalam tim. Peserta akan mengalami pengalaman yang mendalam bersama-sama, dan melalui proses ini, ikatan tim akan semakin diperkuat.

Dalam keseluruhan dinamika tempat ini, kegiatan di luar ruangan menjadi sarana yang efektif untuk melatih peserta dalam beradaptasi dengan situasi yang berbeda dan tidak familiar. Dengan menghadapi tantangan alam dan lingkungan, peserta akan mengembangkan kemampuan yang berharga dalam bekerja di tim, mengambil keputusan, dan berinovasi dalam menghadapi perubahan dan kompleksitas di lingkungan kerja mereka.

3. Dinamika Tekanan

Dalam Team Awareness Program, dinamika tekanan menjadi faktor yang berpengaruh dalam menghadapi tantangan selama pelatihan. Tekanan dapat muncul dari beberapa aspek, termasuk tugas-tugas yang menantang dan inovatif, batasan waktu yang ketat, menghadapi keterbatasan pribadi, konflik antar pribadi, dan atmosfer kompetitif yang ada selama pelatihan.

  • Tugas-tugas Menantang dan Inovatif: Peserta dihadapkan pada tugas-tugas yang menuntut kreativitas dan inovasi dalam mencari solusi. Tekanan ini mendorong peserta untuk berpikir di luar kotak dan mencari pendekatan yang baru dan efektif.
  • Batasan Waktu: Adanya batasan waktu yang ketat dalam menyelesaikan tugas atau tantangan dapat menimbulkan tekanan bagi peserta. Mereka harus belajar mengelola waktu dengan baik, mengatur prioritas, dan bekerja secara efisien untuk mencapai tujuan tepat waktu.
  • Menghadapi Keterbatasan Pribadi: Setiap peserta memiliki kelemahan atau keterbatasan tertentu. Tekanan muncul ketika peserta dihadapkan pada situasi yang menguji keterampilan atau kemampuan mereka. Hal ini dapat menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenali dan mengatasi keterbatasan mereka.
  • Konflik Antar Pribadi: Selama pelatihan, peserta mungkin mengalami konflik antar pribadi dalam kelompok. Dinamika ini memerlukan kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif, memahami sudut pandang orang lain, dan mencari solusi yang harmonis.
  • Suasana Kompetisi: Kompetisi dapat menciptakan tekanan yang positif maupun negatif. Di satu sisi, tekanan kompetisi dapat memacu peserta untuk memberikan yang terbaik dan mencapai prestasi yang tinggi. Namun, di sisi lain, tekanan ini juga dapat menimbulkan stres atau rasa takut gagal.

Dalam menghadapi dinamika tekanan ini, Team Awareness Program bertujuan untuk membantu peserta mengembangkan ketahanan mental dan emosional. Peserta dilatih untuk mengelola stres, menghadapi tantangan dengan sikap yang positif, dan tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Melalui pengalaman menghadapi tekanan, peserta belajar bagaimana bekerja di bawah tekanan dan mencapai hasil yang baik dalam situasi yang penuh tantangan.

4. Dinamika kelompok

Dalam Team Awareness Program, dinamika kelompok memainkan peran penting dalam mengembangkan kemampuan berinteraksi dan bekerja sama. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah melalui dinamika tugas kelompok dengan mengubah anggota kelompok setiap hari.

Dalam mengubah anggota kelompok secara reguler, peserta dihadapkan pada situasi yang berbeda-beda setiap harinya. Setiap kelompok baru memiliki dinamika, kepribadian, dan keahlian yang berbeda, sehingga peserta perlu beradaptasi dengan cepat dan efektif. Proses ini melibatkan berbagai keterampilan sosial, seperti kemampuan mendengarkan, berkomunikasi dengan jelas, memahami sudut pandang orang lain, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Dinamika tugas kelompok juga mendorong peserta untuk belajar dari berbagai pengalaman dan sudut pandang. Dengan berinteraksi dengan anggota kelompok yang berbeda setiap harinya, peserta akan terbuka terhadap ide-ide baru, cara pandang yang beragam, dan solusi kreatif. Hal ini membantu memperkaya pemahaman mereka tentang keragaman manusia dan pentingnya menghargai perbedaan.

Selain itu, melalui dinamika kelompok ini, peserta diajak untuk mengenali kekuatan dan kelemahan mereka dalam bekerja dalam tim. Dengan melihat bagaimana setiap anggota kelompok berkontribusi dan berinteraksi, peserta dapat memahami peran mereka dalam tim dan meningkatkan kemampuan mereka dalam berkolaborasi.

Dalam keseluruhan dinamika kelompok ini, peserta akan mengalami pertumbuhan pribadi dan interpersonal yang signifikan. Mereka akan menjadi lebih adaptif, terbuka, dan terampil dalam bekerja dengan beragam orang dalam lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, dinamika kelompok dalam Team Awareness Program berperan penting dalam membentuk tim yang kuat dan efektif dalam mencapai tujuan bersama.

5. Dinamika keberhasilan dan kegagalan

Dalam Team Awareness Program, dinamika keberhasilan dan kegagalan memainkan peran penting dalam pengalaman peserta. Kegiatan-kegiatan yang diberikan sering kali dirancang untuk menantang peserta secara berbeda, dan hasilnya bisa berupa keberhasilan maupun kegagalan.

  • Keberhasilan: Keberhasilan dalam menyelesaikan tugas atau tantangan memberikan rasa prestasi dan kepuasan bagi peserta. Ketika mereka berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan, peserta merasa termotivasi dan percaya diri. Keberhasilan ini juga memperkuat ikatan tim dan meningkatkan kepercayaan diri anggota kelompok.
  • Kegagalan: Namun, kegagalan juga merupakan bagian yang tidak terhindarkan dalam proses pembelajaran. Ketika peserta menghadapi kegagalan dalam menyelesaikan tugas atau tantangan, mereka dapat belajar dari kesalahan dan merenung untuk mencari cara yang lebih efektif dalam menghadapi situasi serupa di masa depan. Kegagalan dapat menjadi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.

Keseimbangan antara keberhasilan dan kegagalan dalam program ini menciptakan pengalaman yang lebih kompleks bagi peserta. Mereka mengalami berbagai emosi dan tantangan, yang dapat memperkuat kesiapan mental dan emosional mereka dalam menghadapi situasi dunia nyata. Dengan merasakan keberhasilan dan kegagalan, peserta menjadi lebih adaptif, terbuka terhadap perubahan, dan belajar untuk menerima tantangan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Dinamika keberhasilan dan kegagalan juga dapat membentuk pola pikir yang positif terkait dengan ketidakpastian dan perubahan. Peserta diajarkan untuk menghadapi tantangan dengan tekad dan optimisme, serta untuk belajar dari setiap pengalaman, baik itu sukses maupun kegagalan.

6. Dinamika kegiatan

Dalam Team Awareness Program, dinamika kegiatan menjadi aspek penting yang menantang peserta secara fisik, mental, panca indera, dan kognitif. Kegiatan-kegiatan ini dapat memiliki tingkat tantangan yang berbeda, baik itu low impact (dengan dampak rendah) atau high impact (dengan dampak tinggi).

  • Tantangan Fisik: Beberapa kegiatan dalam program ini dapat menantang peserta secara fisik, seperti aktivitas outdoor, olahraga, atau tantangan fisik lainnya. Peserta dihadapkan pada tugas-tugas yang memerlukan kekuatan, ketahanan, kelincahan, dan keterampilan fisik lainnya. Tantangan fisik ini dapat membantu memperkuat tubuh, meningkatkan daya tahan, dan mengembangkan keterampilan motorik.
  • Tantangan Mental: Selain tantangan fisik, peserta juga dihadapkan pada tugas-tugas yang menuntut kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Kegiatan-kegiatan ini merangsang pikiran peserta dan mendorong mereka untuk mencari solusi inovatif untuk mengatasi masalah yang kompleks.
  • Tantangan Panca Indera: Beberapa kegiatan dapat merangsang semua panca indera peserta, seperti pengalaman sensorik, pemecahan masalah berbasis lingkungan, atau aktivitas yang melibatkan pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan perabaan. Tantangan panca indera ini dapat meningkatkan kesadaran dan sensitivitas peserta terhadap lingkungan sekitar.
  • Tantangan Kognitif: Kegiatan-kegiatan dalam program ini juga dapat menantang kapasitas kognitif peserta, seperti memori, konsentrasi, dan kemampuan belajar. Peserta diharuskan untuk berfokus dan mengolah informasi dengan baik untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Tantangan kegiatan ini dapat berada pada tingkat low impact atau high impact, tergantung pada kompleksitas dan intensitasnya. Kegiatan low impact memberikan tantangan yang lebih ringan dan cocok untuk peserta dengan tingkat kesiapan atau kondisi fisik yang beragam. Sementara kegiatan high impact menyajikan tantangan yang lebih intens dan menuntut, yang cocok untuk peserta yang ingin menghadapi tantangan yang lebih besar dan menguji batas kemampuan mereka.

Melalui dinamika kegiatan yang beragam ini, peserta dapat mengembangkan kemampuan mereka secara holistik, termasuk kemampuan fisik, mental, panca indera, dan kognitif. Program ini memberikan pengalaman yang mendalam dan bermanfaat bagi peserta dalam mencapai potensi maksimal mereka.

Alur Kegiatan TAP

Alur kegiatan pelatihan Team Awareness Program diawali dengan tiba di lokasi, di mana peserta akan mengikuti kegiatan toilet issue dan sarapan pagi. Setelah itu, acara akan dibuka dengan sambutan dari manajemen perusahaan, diikuti dengan doa bersama, dan serah terima kepada tim Highland Experience Indonesia.

Kegiatan berlanjut dengan kondisioning big group, di mana peserta diberikan penjelasan tentang tujuan dan metode pelatihan, aturan selama pelatihan, serta komitmen dasar yang diharapkan dari setiap peserta. Selanjutnya, peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai obyektif program, kondisi pelatihan, tugas-tugas, dan peran serta fasilitator atau instruktur. Dalam konteks ini, obyektif program mencakup dua hal, yaitu adaptasi (AD) dan orientasi pada pencapaian (AO).

Setelah memahami seluruh informasi dan aturan yang diberikan, peserta akan terlibat dalam serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mencapai tujuan adaptasi dan orientasi pada pencapaian. Kegiatan tersebut dapat melibatkan tantangan-tantangan fisik, mental, dan sosial yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan individu, memperkuat kerja tim, serta meningkatkan kesadaran diri.

Pada fase awal, yang terjadi setelah pembukaan, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan sesi Conditioning Big Group yang mencakup aspek-aspek berikut:

  • Penjelasan Tujuan dan Metode Pelatihan: Pada tahap ini, para peserta diberikan penjelasan mendalam mengenai tujuan utama serta metodologi yang digunakan dalam pelatihan Team Awareness Program. Penjelasan ini disampaikan oleh pemimpin pelatihan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas terhadap esensi program.
  • Aturan Pelatihan: Peserta akan diberikan pemahaman terperinci mengenai aturan-aturan yang mengatur jalannya pelatihan. Hal ini diperlukan guna menciptakan lingkungan yang kondusif dan teratur selama pelatihan berlangsung.
  • Tiga Komitmen Dasar Pelatihan: Pada tahap ini, ditekankan tiga komitmen dasar yang harus dipegang oleh setiap peserta. Komitmen ini meliputi Positif thinking((Positif thinking mengacu pada pola pikir yang fokus pada pandangan optimis, solusi, dan kemungkinan yang baik dalam setiap situasi. Ini melibatkan mengalihkan perhatian dari aspek negatif atau hambatan menuju kemungkinan positif yang dapat diambil dari pengalaman atau situasi tertentu. Berpikir positif dapat membantu meningkatkan motivasi, kreativitas, dan kemampuan mengatasi tantangan.)), Out of routine((Prinsip “Out of Routine” menekankan pentingnya keluar dari zona nyaman dan rutinitas harian untuk menciptakan pengalaman baru, memperluas wawasan, dan merangsang perkembangan pribadi. Ini mungkin melibatkan mencoba hal-hal baru, mengambil risiko yang terukur, dan menghadapi ketidakpastian dengan sikap terbuka. Menghindari rutinitas berlebihan dapat membantu mencegah kejenuhan dan memelihara rasa keingintahuan.)) dan Do the best.((Prinsip “Do the Best” mengajarkan pentingnya memberikan usaha dan dedikasi penuh dalam segala hal yang dilakukan. Ini melibatkan tekad untuk melakukan tugas atau aktivitas dengan kualitas dan tekun, tanpa kompromi terhadap standar yang telah ditetapkan. Melakukan yang terbaik dapat membantu mencapai hasil yang lebih baik dan memberikan rasa pencapaian pribadi.))

Sementara pada sesi Conditioning Small Group, akan disampaikan penjelasan lebih mendalam mengenai obyektif program, kondisi pelatihan, serta peran dan tanggung jawab peserta dan fasilitator/instruktur.

Obyektif yang ingin dicapai dalam sesi Conditioning ini mencakup:

  • Adaption (AD): Kemampuan beradaptasi dengan perubahan dan tantangan dalam lingkungan tim dan kerja.
  • Achievement Orientation (AO): Fokus pada pencapaian tujuan dan hasil yang optimal.

Selanjutnya, proses pelatihan melanjutkan dengan kegiatan “Ice Breaking Small Group”. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kondisi psikologis yang nyaman dan aman dalam berinteraksi dalam tim, serta memperdalam pemahaman antar anggota tim. Obyektif dari sesi “Ice Breaking Small Group” mencakup:

  • Adaptability (AD): Kemampuan beradaptasi dan fleksibilitas dalam berinteraksi dengan beragam situasi.
  • Interpersonal Understanding (IU): Pemahaman yang lebih mendalam terhadap orang lain.
  • Customer Service Orientation (CSO): Orientasi terhadap pelayanan yang optimal kepada pelanggan.

Setelah “Ice Breaking Small Group” selesai, dilanjutkan dengan kegiatan “Building Self Confidence and Trust” yang melibatkan kegiatan “Trust Fall Activity“. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkuat rasa percaya diri dan membangun kepercayaan terhadap anggota tim lainnya. Obyektif dari kegiatan ini meliputi:

  • Self Confidence (SC): Kepercayaan diri yang kuat.
  • Self Control (SCO): Kemampuan mengendalikan diri dalam situasi yang menantang.
  • Interpersonal Understanding (IU): Memahami dengan lebih baik interaksi antar individu.
  • Customer Service Orientation (CSO): Fokus pada pelayanan yang unggul kepada pelanggan.

Dalam tahap Problem Solving Activity, peserta akan terlibat dalam solusi permasalahan yang mengharuskan mereka untuk menganalisis, merencanakan, dan berinisiatif. Obyektif dari tahap ini mencakup:

  • Initiative: Kemampuan mengambil inisiatif dalam menyelesaikan masalah.
  • Achievement Orientation (AO): Fokus pada pencapaian dan hasil yang diinginkan.
  • Interpersonal Understanding (IU): Memahami interaksi sosial dengan lebih baik.
  • Team Leadership (TL): Kemampuan memimpin dalam konteks tim.

Setelah Problem Solving Activity, kegiatan dilanjutkan dengan Land Orienting, di mana peserta berkompetisi untuk mengumpulkan reward melalui penyelesaian tugas di berbagai pos tugas. Kegiatan ini melibatkan navigasi dengan menggunakan peta dan kompas di Highland Camp Learning Center. Obyektif dari kegiatan ini meliputi:

  • Initiative: Kemampuan berinisiatif dalam menghadapi tantangan.
  • Achievement Orientation (AO): Fokus pada pencapaian dan hasil yang maksimal.
  • Interpersonal Understanding (IU): Memahami interaksi sosial secara lebih mendalam.
  • Team Leadership (TL): Kemampuan memimpin dalam konteks tim.
  • Self Confidence (SC): Kepercayaan diri yang kokoh.
  • Self Control (SCO): Kemampuan mengendalikan diri dalam situasi yang beragam.
  • Adaptation (AD): Kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
  • Customer Service Orientation (CSO): Orientasi pada pelayanan yang berkualitas kepada pelanggan.

(untuk mengetahui alur kegiatan secara detail silahkan untuk menghubungi team programmer HEXs Indonesia)

——————————————–

Dalam alur kegiatan, Team Awareness Program akan disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan kompetensi bagi setiap peserta. Program ini akan mengarahkan peserta untuk mengembangkan kompetensi dalam tiga kelompok utama, yaitu:

  • Personal Effectiveness (Efektivitas Pribadi): Pada kelompok ini, peserta akan fokus pada pengembangan kemampuan untuk mengelola diri sendiri dalam upaya mencapai tujuan. Peserta akan belajar tentang peningkatan kualitas pribadi, seperti manajemen waktu, keterampilan pengambilan keputusan, penanganan stres, dan motivasi diri. Dengan menguasai aspek-aspek ini, peserta dapat menjadi individu yang lebih efisien dan efektif dalam mencapai tujuan mereka.
  • Deal with Task (Menghadapi Tugas): Kelompok ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta dalam mengelola tugas-tugas yang ada sehingga target dapat tercapai dengan efektif. Peserta akan belajar tentang perencanaan yang baik, penilaian risiko, dan strategi penyelesaian tugas. Dengan kemampuan ini, peserta dapat menjadi pemimpin yang mampu menghadapi tantangan tugas dengan baik dan mencapai hasil yang optimal.
  • Deal with People (Menghadapi Orang Lain): Pada kelompok ini, peserta akan fokus pada pengembangan kemampuan dalam mengelola interaksi dan kolaborasi dengan orang lain, terutama dalam konteks kerja tim. Peserta akan belajar tentang komunikasi yang efektif, kepemimpinan yang inspiratif, serta cara mengatasi konflik dan memotivasi anggota tim. Dengan kemampuan ini, peserta dapat menjadi pemimpin yang mampu memotivasi dan mengelola tim dengan baik, sehingga mencapai tujuan organisasi yang telah disepakati bersama.

Evaluasi, Laporan dan PAP

Pada tahap akhir rangkaian kegiatan HEXs Indonesia, dilakukanlah suatu Proses Evaluasi Terpadu yang mencakup Evaluasi Program, Laporan Dinamika Kelompok, dan Personal Action Plan (PAP).

  • Evaluasi Program: Evaluasi program pelatihan merupakan proses evaluatif yang bersifat menyeluruh, digunakan untuk mengukur efektivitas dan efisiensi suatu program pelatihan. Evaluasi program pelatihan ini menganalisis perspektif peserta terhadap efektivitas program, fasilitas pelatihan yang disediakan, serta kemampuan fasilitator atau instruktur pelatihan. Tujuan utama dari evaluasi program ini adalah untuk mengukur dampak nyata dari pelatihan terhadap peserta serta melibatkan penilaian terhadap berbagai aspek yang mempengaruhi kualitas pelatihan tersebut.
  • Laporan Dinamika Kelompok: Laporan mengenai dinamika kelompok adalah hasil dari refleksi dan pengalaman yang didapatkan peserta melalui interaksi dan diskusi dalam kegiatan kelompok. Laporan ini mengungkapkan dinamika serta perubahan yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan inti pembelajaran. Sebagai dokumen penting, laporan dinamika kelompok menjelaskan proses-proses yang terjadi, interaksi antar anggota kelompok, capaian yang diperoleh, dan pula rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut. Laporan ini memiliki potensi untuk menjadi sumber penilaian terhadap efektivitas pelaksanaan program dinamika kelompok dalam lingkup pelatihan.
  • Personal Action Plan (PAP): Rencana tindakan personal adalah panduan langkah-langkah konkret yang disusun oleh setiap peserta sebagai manifestasi dari pembelajaran yang telah diperoleh selama pelatihan. RTP ini mencakup strategi individu yang dirancang oleh masing-masing peserta pelatihan untuk menerapkan konsep-konsep dan keterampilan yang telah diperoleh. Dengan merinci langkah-langkah yang akan diambil, RTP menjadi instrumen penting dalam mengarahkan peserta untuk mengimplementasikan pemahaman mereka ke dalam konteks nyata di tempat kerja atau dalam kehidupan sehari-hari.

Keseluruhan tahapan ini membentuk siklus penting dalam pengembangan sumber daya manusia, terutama dalam konteks program pelatihan Kesadaran Tim. Melalui evaluasi menyeluruh, pemahaman dinamika kelompok, dan rencana tindakan personal, program ini tidak hanya mencapai tujuan pendidikan tetapi juga mendorong penerapan berkelanjutan dari pembelajaran yang diperoleh dalam lingkungan kerja dan aktivitas individu peserta.

Investasi TAP

Investasi yang dikeluarkan dalam Team Awareness Program tergantung durasi kegiatan, silahkan untuk menghubungi Hotline HEXs Indonesia di Nomor +62 811-1200-996, customer service akan langsung menghubungkan kepada staff keuangan atau programmer untuk menentukan besaran investasi.

Secara umum, besaran investasi dalam Team Awareness Program, termaktub fasilitas nya berupa :

  • Creative Program: Termasuk perangkat dan perlengkapan aktivitas yang dirancang kreatif dan efektif untuk mengoptimalkan pembelajaran selama tiga hari acara.
  • Staf Pelatihan: Tim yang berkualitas mengemban peran masing-masing dalam pelaksanaan program ini, meliputi Course Director, Instruktur, Technical Support, dan Paramedik. Mereka menjalankan tugas-tugas kunci untuk memastikan kelancaran kegiatan dan kenyamanan peserta.
  • Peralatan Kegiatan: Berbagai peralatan yang mendukung pelaksanaan aktivitas dalam program, memastikan setiap aspek pelatihan terlaksana sesuai standar.
  • Alat Peraga: Penggunaan elemen visual seperti spanduk dan perangkat lainnya untuk menciptakan lingkungan yang sesuai dengan tema dan esensi acara.
  • Akomodasi Selama Pelatihan: Penyediaan tempat menginap yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan peserta selama tiga hari berlangsungnya program.
  • Konsumsi Selama Pelatihan: Penyediaan makanan dan minuman yang berkualitas, disesuaikan dengan kebutuhan peserta dalam rentang tiga hari pelatihan.
  • Asuransi Kecelakaan: Perlindungan bagi para peserta, pengamat, dan kru HEXs Indonesia terhadap risiko kecelakaan selama program berlangsung.
  • Laporan Pelatihan: Dokumentasi menyeluruh tentang hasil evaluasi program, dinamika pembelajaran kelompok, dan rencana tindakan personal peserta. Laporan ini diserahkan dalam waktu tujuh hari setelah acara berakhir.

Simpulan Team Awareness Program

Team Awareness Program merupakan inisiatif dalam pengembangan kesadaran dan kemampuan individu dalam kerja tim. Program ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antar anggota tim, menciptakan ikatan yang berkelanjutan, serta memfasilitasi kerja tim yang lebih produktif.

Melalui pendekatan Experiential Learning, peserta program diajak untuk belajar melalui pengalaman langsung dan refleksi, sehingga mereka dapat memahami betapa pentingnya kerjasama dan interaksi tim dalam mencapai hasil kinerja yang optimal. Dengan pemahaman ini, peserta didorong untuk secara aktif berupaya mengubah cara mereka bekerja agar dapat meningkatkan hasil kerja tim.

Kegiatan-kegiatan dalam program ini dirancang untuk menghadirkan beragam tantangan fisik, mental, dan sosial, yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan individu, memperkuat kerja tim, serta meningkatkan kesadaran diri. Selain itu, peserta juga diajak untuk mengenali potensi dan kelemahan masing-masing individu, sehingga mereka dapat saling melengkapi dan bekerja sama secara efektif.

Dengan memahami dinamika kelompok dan pentingnya komitmen bersama terhadap tujuan bersama, peserta menjadi lebih adaptif dan efisien dalam menghadapi perubahan dan tantangan. Program ini juga memberikan kesempatan bagi setiap peserta untuk mengembangkan kompetensi dalam tiga kelompok utama, yaitu personal effectiveness, deal with task, dan deal with people.

Sebagai hasil dari Team Awareness Program, peserta diharapkan dapat memberdayakan orang lain atau tim kerja dalam mencapai tujuan bersama, mengelola hambatan-hambatan yang mungkin terjadi dalam proses pencapaian organisasi, serta meningkatkan kualitas komunikasi dan kerjasama antar anggota tim. Program ini memberikan landasan yang kokoh bagi peserta untuk berkembang dalam konteks profesional dan organisasi, serta memberikan kontribusi positif dalam lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.

Tentang Team Awareness Training Program

Team Awareness Program merupakan bagian dari program pelatihan team building (Team Building Training Pogram) yang kegiatannya dilakukan di Base Highland Experience Indonesia (Highland Camp Taining Centre) yang berlokasi di Gn. Paseban, Megamendung Bogor dan di Gugusan Halimun.

Dan, apabila perusahaan Anda berencana untuk mengadakan Team Awareness training Program ataupun pelatihan-pelatihan lainnya dengan model pembelajaran outdoor education, silahkan untuk menghubungi Hotline kami di nomor +62 811-1200-996. (Edited on 8/9/2023)


Beranda » Blog » Training » Team Awareness Program (TAP)