Experiential Learning part-1 (sejarah dan perkembangan)

Sejarah dan perkembangan Experiential learning sebagai metode Pelatihan

Experiential Learning merupakan theory pendidikan yang kemudian menjadi dasar pembelajaran holistik dengan menggunakan pengalaman sebagai proses pendidikan. Salah satu tokohnya adalah David A. Kolb. Dia  mendefinisikan bahwa belajar sebagai proses dimana pengetahuan diciptakan melalui transformasi pengalaman. Dalam hal ini. pengetahuan dianggap sebagai perpaduan antara memahami dan mentransformasi pengalaman.

David A. Kolb membagi belajar menjadi 4 tahapan, yaitu : 1. Tahap pengamalan konkrit (Concrete Experience), 2. Tahap Pengalaman Aktif dan Reflektif (Reflection Observation), 3. Tahap Konseptualisasi (Abstract Conseptualization) dan, 4. Tahap Eksperimentasi Aktif (Active Experimentation).

David A. Kolb

Menurut Kolb, 1984 Experiential learning merupakan sebuah model holistik dari proses pembelajaran di mana manusia belajar, tumbuh dan berkembang. Penyebutan istilah experiential learning dilakukan untuk menekankan bahwa experience (pengalaman) berperan penting dalam proses pembelajaran dan membedakannya dari teori pembelajaran lainnya seperti teori pembelajaran kognitif ataupun behaviorisme.

David A. Kolb merupakan salah satu penggagas metode pembelajaran Experiential learning, lahir pada tahun 1939 di kota New York, Amerika serikat. Kolb memperoleh gelar BA dari Knox College pada tahun 1961, memperoleh gelar MA pada tahun 1964 dan gelar Ph.D. pada tahun 1967 dari Harvard University dalam bidang Psikologi Sosial.

David A. Kolb adalah seorang teoritikus pendidikan yang meneliti di bidang kepentingan dan publikasi yang fokus pada pengalaman belajar dan perubahan sosial individu, pengembangan karir dan eksekutif serta pendidikan profesional. Beliau adalah pendiri dan ketua Pengalaman Pembelajaran Berbasis Systems, Inc (EBLS). Beliau juga seorang Profesor Perilaku Organisasi dalam Weatherhead School of Management di Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio.

Kolb terkenal di kalangan pendidikan dalam bidang Gaya Belajar Inventory (LSI). Model yang dibangunnya di atas gagasan bahwa preferensi belajar dapat digambarkan dengan menggunakan dua continuums yaitu observasi eksperimentasi-reflektif aktif dan pengalaman konsep abstrak-konkret.

Beliau merupakan seorang filosof yang beraliran humanistik yaitu aliran yang lebih melihat pada sisi perkembangan manusia. Pendekatan ini melihat dari suatu kejadian, yaitu bagaimana manusia membangun dirinya untuk melakukan hal-hal yang positif. Kemudian kemampuan yang bersifat positif inilah yang disebut sebagai potensi manusia. Para pendidik yang beraliran humanisme biasanya memfokuskan pengajaran pada pembangunan kemampuan positif ini yang sangat erat kaitannya dengan pengembangan emosi positif yang terdapat pada domain afektif.

Teori humanistik merupakan konsep belajar yang lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia. Berfokus pada potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya dan mengembangkan kemampuan tersebut. Teori humanistik ini sangat tepat untuk diterapkan pada materi-materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial. Psikologi humanisme memberi perhatian atas guru sebagai fasilitator. Sehingga pada awal tahun 1980-an, Kolb dan berhasil mengembangkan Experiential Learning Model (ELM).

Kolb telah menulis beberapa artikel dan buku yang telah diterbitkan beliau diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. The Critique of Pure Modernity: Hegel, Heidegger, and After (1987)
    2. Postmodern Sophistications: Philosophy, Architecture, and Tradition (1990)
    3. New Perspectives on Hegel’s Philosophy of Religion (1992)
    4. Socrates in the Labyrinth: Hypertext, Argument, Philosophy (1994)
    5. Sprawling Places (2008)
    6. “On the Objective and Subjective Grounding of Knowledge”, translation, with introduction and notes, of an essay by the Neo-Kantian Paul Natorp, in the Journal of the British Society for Phenomenology (1981)
    7. “Language and Metalanguage in Aquinas”, in the Journal of Religion (1981)
    8. “Socrates and Stories”, in Spring (1981)
    9. “Sellars on the Measure of All Things”, in Philosophical Studies (1979)
    10. “Ontological Priorities: A Critique of the Announced Goals of Descriptive Metaphysics”, in Metaphilosophy, 1975.
    11. “Time and the Timeless in Greek Thought”, in Philosophy East-West (1974)(Sasmita, 2014).

Artikel ini bersumber dari Anggreni; AT-THULAB: Volume 1 Nomor 2, Tahun 2017 ; p-ISSN: 2579-6259 e-ISSN: 2621-895X

Jhon Dewey

Teori John Dewey tentang pendidikan tidak dapat lepas dari minatnya terhadap bidang filsafat. Baginya, filsafat adalah pemecah problem kehidupan, sedangkan pendidikan berisi melatih manusia untuk me- nyelesaikan problem kehidupan. Oleh karena itu filsafat dan pendidikan menurutnya tidak dapat dipisahkan (Muh Sad Iman, 2004: 62). Filsafat merupakan dasar dari teori pendidikan.

Salah satu kata kunci dalam filsafat John Dewey secara keseluruhan dan bukan hanya dalam filsafat pendidikannya adalah “pengalaman” (experience). Pengalaman adalah keseluruhan kegiatan dan hasil yang kompleks serta bersegi banyak dari interaksi aktif manusia, sebagai makhluk hidup yang sadar dan bertumbuh, dengan lingkungan di sekitarnya yang terus berubah dalam perjalanan sejarah (Sudarminta, 2004). Melawan berbagai bentuk dualisme, bagi Dewey, pengalaman selalu memuat kutub subyek (dengan segala keinginan, kepentingan, perasaan, sejarah, budaya, dan latar belakang pengetahuannya) maupun obyek (dengan segala kompleksitasnya), mental maupun fisik, rasional maupun empirik. Pengertian ini dikemukakan oleh Dewey sebagai reaksi terhadap dua bentuk pereduk- sian atau pemiskinan pengertian pengalaman yang pada waktu itu umum dilakukan. (artikel ini bersumber : Wasitohadi, Satya Widya, Vol. 30, No.1. Juni 2014: 49-61)

Jhon Dewey adalah seorang filsuf, psikolog, dan pembaharu pendidikan Amerika, yang pemikiran dan idenya sangat berpengaruh di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Lahir pada October 20, 1859 Burlington, Vermont, United States dan meninggal pada June 1, 1952 (aged 92) New York City, New York, United States. Salah satu buku buku pendek tentang pendidikan yang ditulis pada tahun 1938 adalah Experience and Education.  


Leadership, Team Building, Character Building, Team Work, Outbound, Training, Development, Kepemimpinan, Tim Building, Karakter Building, Pelatihan, Pengembangan, Training, Training Program, Outdoor Training, Indoor Training, Training Center, Leadership Training, Team Building Training, Character Building Training, Team Work Training, Outbound Training, Human Resource Training, Training Development Program, Outdoor Learning, Outbound Management Training, Youth Training, Coorporate Training, Experiential, Experiential Learning, Experiential Education, Pelatihan, Program Pelatihan, Pelatihan Outdoor, Pelatihan Indoor, Pusat Pelatihan, Pelatihan Kepemimpinan, Pelatihan Tim Building, Pelatihan Karakter Building, Pelatihan Outbound, Pelatihan SDM, Pelatihan Sumber Daya Manusia, Program Pelatihan dan Pengembangan, Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Development, Development Program, Team Building Development, Character Building Development, Team Work Development, Human Resource Development, Pengembangan, Program Pengembangan, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengembangan SDM, Youth program, Latihan Dasar Kepemimpinan, LDK, Outbound Bogor, Outbound Puncak, Outbound di Bogor, Outbound di Puncak, Wisata Outbound, Wisata Outbound Bogor, Wisata Outbound Puncak, Wisata Outbound di Bogor, Wisata Outbound di Puncak, Paket Outbound di Puncak, Paket Wisata Outbound Bogor, Paket Wisata Outbound Puncak, Paket Outbound di Bogor, Paket Outbound Puncak, Paket Outbound Bogor.